PT. Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) diresmikan dengan Surat Izin No. SR-3/PB.1/2021 pada Februari 2021 lalu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi izin setelah proses yang cukup panjang atas penggabungan beberapa bank syariah milik bank BUMN. Ketiga bank tersebut yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank BNI Syariah (BNIS) dan BRI Syariah (BRIS).

Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan hukum Islam.

Mengutip dari beberapa sumber, dimana Dr Irfan Syauqi Beik, dosen IPB University dari Program Studi Ilmu Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Manajemen mengatakan bahwa mergernya tiga bank syariah menjadi momentum tepat untuk akselerasi penguatan industri perbankan syariah nasional. Menurutnya, upaya merger ini sekaligus sebagai penguatan perekonomian umat secara keseluruhan.

Munculnya BSI juga diharapkan bisa membuka akses keuangan yang lebih luas bagi pengembangan unit-unit bisnis syariah lainnya. Hal ini diperkuat dengan komitmen BSI pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Harapannya dapat membantu memitigasi dampak pandemi dan resesi yang dirasakan oleh masyarakat saat ini.

“Dengan konsep berjamaah atau kolaborasi yang dijalankan ini, diharapkan dapat membantu mempercepat upaya BSI untuk masuk ke dalam kelompok sepuluh bank syariah terbesar di dunia,” ungkapnya.

Bank Syariah di Kancah Internasional

Laporan Dewan Lembaga Jasa Keuangan Islam Internasional atau Islamic Financial Services Board, badan internasional yang menerbitkan standar bagi perbankan syariah mencatat kontribusi perbankan syariah mencapai 72,4% dari pangsa pasar keuangan syariah global.

Saat ini, bank syariah dengan aset terbesar nomor 10 di dunia menurut The Asian Banker, adalah Bank Rakyat Malaysia. Bank ini yang memiliki total aset hingga RM 109,62 miliar atau setara Rp 381,44 triliun per Desember 2019.

Artinya, untuk menembus 10 besar diperlukan sinergi bersama seluruh pihak agar total aset BSI yang ada bisa melebihi total aset Bank Rakyat Malaysia dan bank-bank syariah global lainnya.

Pemerintah ingin membawa Indonesia menjadi barometer perekonomian syariah. Serta membawa BSI masuk dalam 10 besar bank syariah terbesar secara global dan menjadi salah satu pusat keuangan syariah di dunia. Bahkan dapat disejajarkan dengan bank syariah terbesar di dunia, seperti Al-Rajhi hingga Albilad Bank dimana Al-Rajhi dari Arab Saudi. Bank tersebut memiliki total aset US$97,3 miliar pada 2019.

BSI Memiliki Kekuatan

Seperti yang kita ketahui bersama, Bank Syariah Indonesia merupakan gabungan dari tiga Bank Syariah yaitu: BSM, BRIS dan BNIS. Ketiga bank syariah ini masing-masimg memiliki keunggulan tersendiri dengan segmen yang sangat spesifik.

BSM selama ini dikenal sangat kuat dalam menjalankan bisnis konsumer yang terbukti mampu menopang  bisnis di masa pandemi Covid-2019. Pada tahun 2020 di saat banyak perusahaan pada gulung tikar, BSM justru mencatatkan laba sebesar Rp1,4 triliun di tahun 2020. Mengalami kenaikan dibandingkan laba tahun 2019 yang sebesar Rp1,2 triliun.

Untuk bisnis di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), BRIS adalah jagoannya. Bisnis di sektor UMKM selama ini menjadi andalan dari BRIS dan terbukti mampu memberikan sumbangan pendapatan untuk perusahaan. BRIS mengalami kenaikan laba di masa pandemi Covid-19. Pada tahun 2020 BRIS berhasil mencatatkan lama sebesar Rp248 miliar atau terjadi kenaikan jika dibandingkan dengan laba tahun 2019. Hal serupa dialami oleh Bank Syariah Mandiri, dimana kinerja Mandiri Syariah terjaga positif berkat peningkatan fee based income terutama yang disumbang dari layanan digital, produk berbasis emas dan pendapatan margin pembiayaan consumer.

Sedangkan BNIS yang memiliki Hasanah Card (kartu kredit syariah) sebagai salah satu produk unggulannya. Laba BNIS sampai dengan bulan November 2020 laba yang telah dicatatkan adalah sebesar Rp441 miliar.

Perbedaan karakteristik yang spesifik dari ketiga bank syariah tersebut nantinya akan menambah kelengkapan pelayanan BSI. Namun tidak hanya itu, bank syariah selama ini juga telah memiliki produk unggulan yang tidak dimiliki bank konvensional lainnya. Keunggulan tersebut seperti gadai emas, cicil emas, tabungan emas, haji, umroh, zakat dan wakaf.

Peluang untuk mendapatkan manfaat yang lebih lengkap tersebut akan bisa dirasakan oleh nasabah di BSI. Nasabah bisa mendapatkan pelayananan BSI di 1.200 cabang dan didukung oleh 20.000 karyawan.

Author: Adi Ariy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here