Menuju akhir tahun, semoga perusahaan SobatTyaz akan selalu bertumbuh. Ada ungkapan yang relate dengan keadaan perusahaan ketika di penghujung tahun, “Mempertahankan akan lebih sulit daripada mendirikan”. Ungkapan klasik tersebut menggambarkan bahwa seseorang harus bisa konsisten atau bahkan lebih baik dari sebelumnya. Hal yang sama juga berlaku saat mendirikan perusahaan. Setelah perusahaan berdiri dan telah berizin, ada hal-hal yang harus dilakukan setiap tahunnya.

Bagi beberapa pelaku usaha terutama pengusaha yang baru terjun ke dunia bisnis akan merasa bingung. Sebenarnya apa saja yang perlu dilakukan pada akhir tahun?

Membuat Laporan Keuangan

Untuk perusahaan yang mempunyai periode tahun buku Januari-Desember, harus bersiap untuk membuat laporan keuangan akhir tahun. Laporan keuangan berupa kondisi keuangan pada satu periode yang nantinya akan ditunjukkan kepada stakeholder sebagai bentuk pertanggungjawabannya selama periode berjalan.

Jenis laporan keuangan yang wajib disusun, antara lain:

  • Neraca (Balance Sheet)
    Laporan ini berisi tentang informasi mengenai harta, kewajiban atau utang, dan modal. Seperti namanya, maka laporan ini juga harus seimbang.
  • Lampiran Laba Rugi (Income Statement)
    Menunjukkan kondisi operasional usaha selama satu periode. Informasi yang disajikan dalam laporan laba rugi yaitu jenis dan jumlah pendapatan yang didapat dalam satu periode serta jenis dan jumlah pengeluaran. Dari informasi-informasi tersebut maka akan diketahui kondisi usaha mengalami laba atau rugi.
  • Laporan Perubahan Modal
    Laporan ini berisi informasi jumlah modal yang dimiliki perusahaan serta penyebab modal tersebut berubah.
  • Laporan Arus Kas
    Menunjukan aliran atau arus kas masuk (pendapatan) dan arus kas keluar (biaya). Pada laporan ini, terdapat tiga aktivitas utama yang dimasukan yakni aktivitas / kegiatan operasional, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
  • Laporan Catatan Atas Laporan Keuangan
    Laporan yang berhubungan dengan informasi pengungkapan mengenai laporan keuangan. Laporan ini berisi penjelasan yang dianggap perlu, sehingga jelas mengenai alasan atau sebabnya.

Dalam menyusun laporan keungan harus sesuai fakta yang ada, hal ini dapat digunakan sebagai acuan perkembangan perusahaan. Karena dalam laporan ini menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan sehingga informasi tersebut relevan dan reliabel untuk digunakan dalam pengambilan keputusan.

Hitung Pajak Perusahaan

Sebagai subjek kena pajak, perusahaan juga memiliki kewajiban atas Pajak Penghasilan (PPh) yang harus dibayarkan ke Negara. Lantas, bagaimana mengetahui penghitungan pajak penghasilan perusahaan yang benar agar terhindar dari sanksi dan denda akibat kesalahan penghitungan?

  • Menghitung Penghasilan Satu Tahun Pajak
    Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung seluruh penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan dalam satu tahun pajak. Penghasilan yang dihitung adalan peghasilan bukan objek pajak, kemudian penghasilan yang sudah dikenakan PPh final tidak perlu disertakan.
  • Mengurangi dengan Biaya
    Seluruh hitungan penghasilan tersebut, kemudian dikurangkan dengan biaya-biaya pengeluaran perusahaan. Biaya tersebut meliputi biaya bahan, biaya jasa, gaji, Tunjangan, dan lain-lainnya. Jangan lupa untuk mengurangkan biaya penyusutan dan amortisasi.
  • Mengetahui Biaya yang Tidak Bisa Dikurangkan
    Selanjutnya, mengetahui Tarif Pajak Penghasilan (PPh), 0,5% bagi pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) sesuai dengan PP No. 23 Tahun 2018. Setelah membayar pajak, jangan lupa untuk dilaporkan di bulan ketiga setelah tahun buku perusahaan.

RUPS Tahunan

Khusus untuk perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), wajib untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Sahan (RUPS) tahunan di akhir tahun. Laporan RUPS berdasarkan UU PT No. 40 Tahun 2007, laporan tersebut harus memuat sekurang-kurangnya:

  1. Laporan keuangan yang terdiri atas sekurang-kurangnya neraca akhir tahun buku yang baru lampau dalam perbandingan dengan tahun buku sebelumnya, laporan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas, serta catatan atas laporan keuangan tersebut;
  2. Laporan mengenai kegiatan Perseroan, termasuk laporan tentang hasil atau kinerja Perseroan;
  3. Laporan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan;
  4. Rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan, termasuk sengketa atau perkara yang melibatkan Perseroan;
  5. Laporan mengenai tugas pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris selama tahun buku yang baru lampau;
  6. Nama anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris;
  7.  Gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi dan gaji atau honorarium dan tunjangan bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun yang baru lampau.

Setelah RUPS Tahunan dilaksanakan, seluruh anggota direksu dan dewan komisaris harus menandatangani hasil laporan RUPS Tahunan sebagai bentuk pertanggungjawaban ke pemegang saham sesuai dengan pasal 67 UU PT.

Nah, sudah tahun ‘kan segala kewajiban perusahaan di akhir tahun? Jangan lupa pelaksanaannya, supaya perusahaan yang telah didirikan lebih tertib dan taat pada peraturan.

Author: Adi Ariy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here