Konsekuensi Setor Modal ke Kas Perusahaan – Ketika mendirikan PT atau CV, seseorang selalu diminta untuk menyetorkan modal ke kas perseroan. Saat mendirikan perusahaan wajib memiliki modal yang tertuang dalam akta perusahaan. Modal dasar Perseroan terdiri atas seluruh nilai nominal saham sesuai dengan yang terdapat dalam Pasal 31 UUPT.

“Modal dasar Perseroan terdiri atas seluruh nilai nominal saham.”

Tanda bukti setor modal yang ditempatkan dan disetor penuh itu dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah, antara lain berupa bukti setoran pemegang saham ke dalam rekening bank atas nama PT, data dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan, atau neraca PT yang ditandatangani oleh direksi dan dewan komisaris.

Baca Lainnya : Mendirikan PT Mudah Tanpa Akta Notaris

Selanjutnya jika kita merujuk pada Pasal 2 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas disebutkan:

Bukti penyetoran yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disampaikan secara elektronik kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam waktu paling lama 60 hari terhitung sejak tanggal akta pendirian Perseroan Terbatas ditandatangani.

Oleh karena itu, meski tidak disebutkan harus diperlihatkan kepada notaris, namun bukti penyetoran yang sah wajib disampaikan secara elektronik kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia maksimal 60 hari sejak akta pendirian PT ditandatangani.

Konsekuensi dari Penyetoran Modal ke Perseroan

Penyetoran modal ke rekening perseroan dimintakan buktinya, karena ketika mendirikan badan usaha pastilah ada modal yang harus disediakan sebagai penggerak atau pemantik dari badan usaha tersebut. Ketika seseorang menyetorkan modal dalam perseroan maka dianggap penyetoran tersebut berasal dari pemegang saham/pesero.

Baca Lainnya : Apa yang Terjadi Ketika Menggunakan Rekening Pribadi untuk Transaksi Perusahaan

Hal tersebut kemudian terdapat konsekuensi PPH pribadi dari pemegang saham/pesero tersebut.

Ilustrasinya:

Adi, Bagas, dan Sintia, tiga sekawan ini bermaksud mendirikan PT. Kemudian mereka bersepakat modal yang akan disetorkan ke PT adalah sebesar Rp. 500.000.000,- (Lima ratur ribu rupiah), dengan komposisi modal disetor dari pemegang saham sebagai berikut:

Adi menyetorkan Rp. 175.000.000,-
Bagas menyetorkan Rp. 175.000.000,-
Sintia menyetorkan Rp. 150.000.000,-

*Penyetoran tersebut harus tercermin dilaporkan SPT PPh pribadi.

Keterangan: Pemegang saham Adi, Bagas, dan Sintia harus bias melaporkan bahwa mereka mempunyai pendapatan (minimal sama atau) lebih dari jumlah yang disetorkan ke PT tersebut. Jangan sampai ketika melaporkan modal ke dalam kas perseroan, tetapi dalam laporan pajak PPh pribadi pemegang saham tidak tercermin.

Sebaiknya, lakukan penyetoran modal perseroan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis: Adi Ariy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here