Cara Aman Membuat Perjanjian Investasi di Sektor Usaha Riil – Secara umum, investasi merupakan penanaman aset atau dana yang dilakukan oleh seseorang ataupun perusahaan dalam jangka waktu yang ditentukan, hal ini bertujuan demi mendapatkan timbal balik yang lebih besar di masa yang akan datang. Beberapa unsur yang dipastikan ada dalam sebuah investasi adalah jumlah dana dan tujuan dari investasi itu sendiri.

Menurut Salim HS dan Budi Sutrisno, investasi merupakan aktivitas penanaman modal oleh investor, baik investor lokal maupun investor asing dalam berbagai jenis bidang usaha yang terbuka untuk investasi. Tujuan investasi bagi bisnis pun bermacam-macam mulai dari mendapatkan penghasilan tetap, memperbesar usaha, bisnis yang terjamin, hingga mengurangi persaingan antar perusahaan yang bergerak di bidang yang sama.

Sederhananya, seseorang berinvestasi sebagai salah satu cara mengembangkan uang atau hartanya yang dimiliki untuk memperoleh dana lebih dari keinginan di masa yang akan datang demi mencapai tujuan tertentu. Misalnya berinvestasi dengan tujuan ingin membangun rumah, menyekolahkan anggota keluarga, ataupun membuka usaha.

Kenapa Harus Ada Perjanjian Investasi?

Saat ini semakin banyak orang yang tertarik mencoba untuk berinvestasi, salah satu alasannya adalah ketika mempunyai dana lebih tetapi bingung cara memutar dananya. Ada yang memilih melalui asuransi, reksadana, saham, bahkan berinvestasi ke sektor usaha riil.

Hal penting yang harus diperhatikan ketika melakukan investasi adalah membuat surat perjanjian kerja sama investasi. Dengan adanya perjanjian tersebut, seseorang tidak perlu khawatir lagi mengenai masalah kecurangan dalam investasi tersebut. Selain itu, dengan surat perjanjian, seseorang dapat menjalankan kegiatan investasi dan bisnis dengan lebih aman dan nyaman.

Namun, membuat surat perjanjian kerja sama investasi bukanlah hal yang mudah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dan ketahui terlebih dulu. Mulai dari siapa perusahaan atau orang yang percayakan dalam kegiatan investasi hingga ketentuan dan syarat yang ada dalam kegiatan tersebut.

Sebelum Memutuskan Perjanjian Investasi

Ketika akan melakukan perjanjian investasi, pastikan bahwa perjanjian tersebut ditandatangani oleh pihak yang berwenang dalam mengadakan perjanjian. Sebelumnya, seseorang yang ingin melakukan investasi diharuskan tahu dengan siapa seseorang tersebut melakukan perjanjian, seperti dengan perseorangan ataupun dengan badan hukum/badan usaha.

Jika melakukan perjanjian investasi dengan perorangan, maka yang harus kita tahu adalah status kepemilikan bisnisnya. Pastikan bahwa ia adalah pemilik bisnis sebenarnya. Jangan lupa untuk melakukan pengecekan identitas melalui Kartu Tanda Penduduknya. Pemilik bisnis juga pihak yang  melakukan perjanjian harusnya sudah memenuhi persyaratan usia dewasa. Kecakapan hukumnya juga perlu diketahui –tidak terganggu kejiwaannya dan dapat berpikir sebagaimana usia dewasa-.

Apabila ingin melakukan perjanjian investasi dengan badan hukum/badan usaha, pastikan bahwa yang mewakili perusahaan tersebut adalah orang yang berwenang. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah mengecek Akta Pendirian (atau Akta Perubahan Perseroan, jika ada), dalam dokumen tersebut tercantum nama yang berwenang mewakili perusahaan untuk membuat perjanjian.

Lingkup Harus Jelas

Dalam melakukan perjanjian investasi, lingkup perjanjian harus jelas. Lingkup perjanjian harus menjelaskan tentang apa isi perjanjian tersebut, dan bagaimana hubungan antara kedua belah pihak dalam perjanjian. Selain itu juga wajib untuk memastikan hak dan kewajiban masing-masing pihak (jangan sampai ada yang terlewat).

Jangka waktu dalam perjanjian investasi juga harus dijelaskan dalam dokumen. Jika perjanjian investasi berlangsung lama, maka sebaiknya: Membuat klausula mengenai review perjanjian; Jangka waktu sebaiknya dibatasi, apabila berlanjut gunakan klausula perpanjangan dengan addendum; Dan buatlah klausula tentang opsi pengakhiran perjanjian karena tidak terpenuhinya hal-hal yang diperjanjikan.

Ada kalanya dalam melakukan perjanjian muncul suatu hal yang tidak diinginkan atau tidak sesuai dengan impian. Untuk mengantisipasi kondisi seperti itu, buatlah klausula Force Majeure. Sehingga apabila terdapat kejadian force majeure yang dialami salah satu pihak atau kedua belah pihak, maka hal tersebut bisa didiskusikan.

Klausula dalam Perjanjian Investasi

Klausula menerangkan tentang kemungkinan meninggal dunia/pailit dari salah satu pihak dalam perjanjian. Karena usia dan kejayaan memang hanya Tuhan yang tahu, maka buatlah dalam perjanjian tersebut klausula tentang kemungkinan meninggal dunia/pailit dan bagaimana pelaksanaan hak dan kewajiban bisa kemungkinan tersebut terjadi.

Buatlah juga pernyataan dan jaminan untuk menghindari diri kita dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya: usaha tersebut ternyata usaha yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang; pengusaha mendapat tuntutan dari pihak lainnya berkaitan dengan pelaksanaan usaha; pengusaha mendapatkan tuntutan dari karyawannya; atau pengusaha tersebut tidak membayar pajak atau tidak mentaati kebijakan pemerintah yang ada.

Terakhir adalah buat klausula tentang pernyataan dan jaminan untuk menghindarkan kita sebagai investor dikaitkan dalam hal-hal tersebut di atas.

Penulis: Adi Ariy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here