Ketika seseorang menjalankan suatu usaha, biasanya mereka tidak terlalu memikirkan mengenai legalitas usahanya. Namun mereka lebih fokus kepada mencari pasar dan mencari keuntungan, karena pada awalnya hal tersebutlah yang terlihat penting dalam suatu bisnis. Kompleksitas baru bermunculan ketika usaha tersebut tumbuh dan berkembang baik. Oleh karenanya, di tahap itulah mulai dicari bagaimana cara mengembangkan bisnisnya lebih baik lagi. (Mengubah CV Menjadi PT).

Umumnya di awal-awal memulai usaha, pengelola bisnis akan mencari bentuk legalitas yang mudah didirikan, yaitu perorangan atau Perseroan Komanditer (CV). Hal tersebut dikarenakan relatif lebih mudah dijalankan karena tidak ada batasan modal dasar dan disetor, administrasinya terlihat lebih simpel karena tidak memerlukan RUPS dan lain sebagainya. Namun bagaimana bila ternyata di masa yang akan datang terdapat kebutuhan untuk mempunyai PT sebagai bentuk legalitas usaha Anda? Apakah harus mendirikan PT baru? Atau bisakah mengubah CV yang sudah ada menjadi PT?

Ada dua hal yang bisa dilakukan ketika usaha Anda tumbuh besar, yaitu:

  1. Anda bisa membuat PT baru dengan diversifikasi bidang usaha yang berbeda dengan bidang usaha CV Anda sebelumnya; atau
  2. Anda bisa mengubah CV Anda menjadi PT

Keduanya mempunyai konsekuensi, yaitu pada pilihan pertama karena PT baru didirikan tanpa menghubungkan riwayat CV anda sebelumnya, maka PT anda akan terlihat baru berdiri tanpa pengalaman. Sedangkan, alternatif kedua, yaitu perubahan CV menjadi PT tidak akan menghilangkan track record bisnisnya yang selama ini sudah berjalan, sehingga PT yang didirikan terlihat berpengalaman di mata rekanannya/konsumennya.

Dalam artikel ini kita akan bahas beberapa langkah yang harus dikerjakan untuk mengubah CV menjadi PT (meningkatkan CV menjadi PT):

Mengadakan Rapat antar Para Pesero

Mengubah status CV menjadi PT tidak termasuk dalam kategori Pembubaran CV, namun begitu tindakan hukum ini tetap membutuhkan persetujuan dari seluruh pesero CV. Sehingga sebelum mengubah CV menjadi PT, seluruh pesero harus mengadakan rapat internal dan keputusan meningkatkan status CV menjadi PT ini harus disetujui oleh seluruh pesero yang dituangkan dalam dokumen rapat pesero yang ditandatangani oleh seluruh pesero.

Menyelesaikan Segala Perikatan dengan Pihak Ketiga

Setelah seluruh pesero menyetujui akan dilakukannya peningkatan CV menjadi PT, maka pesero aktif harus segera melakukan pemeriksaan terhadap perikatan yang sedang berlangsung antara CV dengan pihak ketiga lainnya. Perikatan ini bisa berupa hutang piutang dengan konsumen atau masih berlangsungnya perjanjian kerjasama antara CV dengan pihak ketiga.

Melakukan Revaluasi Aset (Penghitungan Ulang Terhadap Aset-aset CV)

Revaluasi aset harus dilakukan karena karakter CV yang tidak memberlakukan pemisahan kekayaan CV dengan kekayaan para pesero aktifnya (pesero aktif adalah yang mempunyai wewenang untuk menjalankan atau mengelola CV). Maksudnya adalah bahwa ketika CV menghasilkan laba, maka laba tersebut akan selalu dihitung sebagai modal CV yang terus menggulung dan apabila pesero membagikan bagian dari laba tersebut, hal tersebut dapat dilakukan tanpa perlu diadakan RUPS. Sedangkan dalam PT harus terdapat pemisahan kekayaan antara kekayaan PT dengan kekayaan pemegang shaamnya. oleh karenannya untuk dapat mengetahui berapa kekayaan CV yang akan dipisahkan dari kekayaan peseronya, yang kemudian kekayaan tersebut akan diperhitungkan sebagai kekayaan PT, maka harus dilakukan revaluasi Asset.

Revaluasi aset dapat dilakukan dengan cara melakukan audit atas seluruh harta kekayaan yang dimiliki CV. Untuk mendapatkan hasil yang akuntabel atas total aset CV, sebaiknya audit tersebut dilakukan oleh akuntan publik yang terpercaya di bidangnya. Kemudian diputuskan oleh para pesero mengenai berapa modal dasar PT, berapa dari nilai aset yang akan diperhitungkan sebagai modal disetor PT, dan bagaimana pembagian sahamnya.

Revaluasi aset ini juga diperlukan untuk mengetahui posisi laporan keuangan CV sebelum dilakukan peningkatan status dari CV menjadi PT.

Iklan di Surat Kabar nasional

Sebenarnya tidak ada kewajiban peningkatan status CV menjadi PT harus didahului dengan melakukan iklan di surat kabar yang beredar nasional. Namun kepentingan mengumumkan rencana peningkatan status CV menjadi PT adalah sekaligus untuk memberitahukan kepada pihak ketiga terkait rencana ini, sehingga informasinya lebih transaparan bagi pihak ketiga bahwa kepemilikan, dan kepengurusan CV akan beralih ke PT.

Informasi dalam surat kabar tersebut sebaiknya berjalan selama 14 hari. Sehingga menyediakan ruang waktu yang cukup bagi pihak ketiga yang berkepentingan untuk menghubungi bilamana terdapat pertanyaan terkait perikatan-perikatan yang masih berlangsung.

Pembuatan Akta Pendirian PT

Para pesero dapat langsung mendatangi notaris untuk menyampaikan maksud dan tujuannya mendirikan PT. Kemudian Notaris akan mengkonstantir seluruh pernyataan penghadap dalam suatu Akta pendirian PT. Para pesero sebaiknya sebelum melakukan pembuatan akta pendirian PT melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap nama PT, sehingga tidak ada kekhawatiran terdapat nama yang mempunyai kesamaan.

Kemudian dalam akta pendirian tersebut pada pokoknya diterangkan adanya maksud bahwa para persero dari CV sepakat untuk meningkatkan status CV menjadi PT dengan menyetorkan seluruh kekayaan CV yang sudah diaudit oleh akuntan publik ke dalam kekayaan PT dengan cara menyesuaikan anggaran dasar PT termasuk mengenai modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor.

Pendaftaran PT

Setelah mendapatkan salinan Akta pendirian PT, maka segera didaftarkan oleh Notaris ke sistem AHU-SABH untuk mendapatkan pengesahan pendirian PT dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan PT yang telah memperoleh status badan hukum wajib mengumumkannya dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia.

Mengubah Seluruh Perizinan dan NPWP Perusahaan

Apabila seluruh proses di atas sudah dijalani, maka PT wajib menutup NPWP CV dan mendaftarkan NPWP PT. Untuk itu harus dipastikan bahwa tidak terdapat tunggakan pajak dan CV telah melaporkan pajak secara rutin dan tepat waktu. Setelah proses pengurusan NPWP selesai, barulah PT mulai melakukan updating atas perizinan yang dimilikinya melalui laman website di oss.go.id.

Demikian seluruh proses yang harus dijalani untuk melakukan peningkatan status CV menjadi PT. Meskipun prosesnya terlihat panjang, namun apabila riwayat dari CV yang lalu anda butuhkan, maka proses ini sebaiknya dijalani. Kecuali anda tidak terlalu membutuhkan riwayat bisnis dari CV anda atau anda mempunyai alternatif untuk mendirikan holding company, maka anda bisa membuat PT baru dengan nama yang menyerupai CV anda yang lama.

Apabila anda memiliki pertanyaan, silahkan tulis pertanyaan Anda, atau dapat menghubungi Admin kami, kami bersedia berkonsultasi dengan Anda.

Author: Fatkhiyah Sufiningtias

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here